Apa itu Kelainan Refraksi?

Kelainan refraksi adalah gangguan yang terjadi pada mata atau penglihatan. Gangguan ini umum terjadi pada setiap orang. Kelainan ini diantaranya adalah miopia, hipermetropia astigmatisma, dan presbiopia.

Kelainan refraksi ini adalah akibat dari cahaya yang masuk ke dalam mata dan tidak jatuh pada retina, sehingga pandangan atau penglihatan tidak dapat fokus dengan jelas. Retina mengubah cahaya menjadi pesan yang dikirimkan ke otak melalui saraf optik untuk diterjemahkan. Otak akan menafasirkan pesan dari retina menjadi gambar atau pandangan yang dilihat. 

Gejala dari kelainan refraksi adalah ditandai dengan pandangan atau penglihatan yang kabur. Gejala tersebut paling umum terjadi pada penglihatan manusia. Gejalan lain dari gangguan penglihatan ini antara lain:

  • Pandangan samar atau kabur atau buram
  • Benda yang dilihat menjadi ganda
  • Memicingkan mata untuk fokus dan memperjelas penglihatan
  • Sakit kepala
  • Pandangan kabur pada malam hari
  • Mata tegang
  • Lingkaran cahaya di sekitar cahaya terang atau silau

Kelainan penglihatan ini dapat terjadi pada semua usia dan jenis kelamin. Kelainan refraksi ini juga dapat dipengaruhi oleh genetik keturunan. Oleh sebab itu mendeteksi adanya kelainan penglihatan pada anak-anak sangat diperlukan agar tidak terjadi perkembangan mata malas. Berikut empat jenis kelainan refraksi.

  • Miopi atau rabun jauh

Kondisi ini adalah jenis kelainan penglihatan di mana mata tidak dapat fokus atau jelas dalam melihat benda pada jarak jauh tertentu. Cahaya yang masuk ke dalam mata jatuh di depan retina, sehingga terjadi bias pandangan dan mengakibatkan pandangan kabur pada jarak jauh. Penderita miopi berat dapat meningkatkan risiko terserang ablasi retina, glaukoma, dan katarak.

  • Hipermetropi atau rabun dekat

Kondisi ini mengakibatkan pandangan jelas pada jarak yang jauh, namun buram pada jarak yang dekat. Umumnya penderita yang mengalami rabun dekat ini tidak menyadari kelainan penglihatan ini saat usia muda. Cahaya yang masuk jatuh di belakang retina. Hal ini disebabkan oleh kornea mata yang kurang cembung. Pada kasus ini, rabun dekat dapat menyebabkan mata tegang sehingga mengakibatkan sakit kepala. Faktor keturunan dapat menjadi salah satu penyebab rabun dekat, namun bisa pula meyerang penderita tanpa riwayat rabun dekat dalam keluarga.

  • Astigmatisma atau silinder

Kelainan refraksi ini dikarenakan mata tidak dapat memusatkan cahaya yang masuk merata ke retina. Cahaya jatuh di depan dan belakang retina. Hal ini dikarenakan cacat pada bagian lengkungan lensa mata atau kornea. Kondisi ini menyebabkan pandangan menjadi kabur dan melengkung pada jarak dekat maupun jauh. Penderita miopi dan hipermetropi dapat mengalami gangguan penglihatan jenis ini pula.

  • Presbiopi atau mata tua

Kondisi ini umumnya terjadi pada usia di atas 40 tahun. Gangguan ini secara bertahap menyulitkan penderita dalam memusatkan pandangan pada benda dalam jarak dekat. Mata tua terjadi secara alami, saat lensa mata secara perlahan mulai kehilanan elastisitasnya seiring bertambahnya usia. Elastisitas inilah yang memengaruhi pandangan dapat fokus pada jarak yang berbeda.

Ada tiga cara yang dilakukan medis untuk menangani kelaian refraksi ini. Anda dapat melakukan pemeriksaan kelainan refraksi ini di dokter mata atau optik.

  • Bedah refraksi

Bedah refraksi adalah penanganan yang dilakukan dokter untuk mengubah bentuk kornea mata secara permanen sehingga dapat mengembalikan kekuatan fokus mata. Bedah refraksi dilakukan berdasarkan kondisi mata anda. Jangan ragu untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter mata, agar anda mendapat bedah refraksi yang sesuai.

  • Kontak lensa

Menggunakan kontak lensa dapat menjadi alternatif bagi anda untuk membantu penglihatan anda. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan tangan anda, dan selalu membersihkan kontak lensa anda serta menggunakannya dengan tepat.

E:\kerja\Arase Digital\Klikdokter tahap 3\565 (hosana-medica.com).jpeg

Sumber: hosana-medica.com

  • Kacamata 

Umumnya penderita kelainan refraksi menggunakan kacamata untuk membantu penglihatan mereka. Cara ini adalah cara paling sederhana dan aman. Anda dapat memeriksakan besar kecilnya ukuran kacamata yang dapat anda gunakan di optik terdekat.

Sumber

Alodokter.com

Atlaseye.sg

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>